Populasi dan Sampel: Definisi, Jenis, Contoh, dan Perbedaan

Reading Time: 3 minutes
Perbedaan Populasi dan Sampel

Dalam riset, istilah populasi dan sampel sering digunakan sebagai penentu ‘seberapa banyak’ objek penelitian yang harus ‘diteliti’.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai definisi, jenis populasi, jenis sampel, contoh, dan perbedaan antara populasi dan sampel.

 

Definisi

definisi populasi dan sampel
freepik.com/pch.vector

“Populasi” adalah keseluruhan fenomena atau objek yang ingin diteliti. Karena tidak memungkinkan, periset bisa mempelajari dan mengamati hanya sebagaian dari ojek atau fenomena yang diteliti atau disebut sebagai “Sampel” (Kriyantono, 2006).

Menurut Sugiyono (2002: 55), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu. Kedua hal tersebut ditetapkan oleh periset untuk dipelajari, kemudian ditarik suatu kesimpulan.

Populasi bisa berupa orang, organisasi, kata-kata dan kalimat, simbol-simbol nonverbal, surat kabar, radio, televisi, iklan, dan lainnya. Objek riset ini juga disebut satuan analisi (unit of analysis) atau unsur-unsur populasi. 

Sementara itu, Sugiyono mendefinisikan Sampel sebagai bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh sebuah Populasi. 

 

Jenis Populasi

Ada tiga jenis populasi (Syapitri etal., 2021)

1. Populasi Berdasarkan Jenis

  • Populasi Terbatas: Sumber data yang jelas batasannya secara kuantitatif sehingga dapat dihitung jumlahnya. Misal, jumlah mahasiswa Universitas X pada tahun 2023 adalah 5.500 orang. 
  • Populasi Tak Terbatas: Sumber data yang tidak dapat ditentukan batasan-batasannya sehingga relatif tidak bisa dinyatakan dalam bentuk jumlah. Misal, jumlah penduduk Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja pada tahun 2020. Populasi ini tidak terbatas karena tidak semua perusahaan melaporkan kejadian ini. 

2. Populasi Berdasarkan Sifatnya

  • Populasi Homogen: Sumber data yang memiliki sifat yang sama dan tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif. Misal, populasi pasien rawat jalan dengan asuransi BPJS Kesehatan kelas 3 di RS X pada tahun 2020. 
  • Populasi Heterogen: Sumber data yang memiliki sifat atau keadaan yang berbeda sehingga perlu ditetapkan batasan secara kualitatif dan kuantitatif. Menentukan populasi heterogen bisa dengan 4 faktor seperti: isi, satuan, cakupan (scope), dan waktu. Misal, periset ingin meneliti tentang distribusi penyakit pada pasien rawat inap di rumah sakit tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2020. Maka, populasinya dapat ditetapkan dengan 4 faktor sebagai berikut.
    • Isi: Semua pasien rawat inap
    • Satuan: Rumah skait
    • Cakupan: Provinsi Sumatera Utara
    • Waktu: 2020

3. Populasi Berdasarkan Kelompok

  • Populasi Umum: Sumber data adalah seluruh objek pada lokasi penelitian. Misal, tingkat kecemasan RT 03 Desa X dengan jumlah warga sebanyak 100 orang, Maka, 100 orang ini adalah populasi umumnya. 
  • Populasi Target: Populasi yang menjadi sasaran dalam menggeneralisasi kesimpulan sebuah penelitian. Misal:
    • Populasi Umum: Seluruh pasien rawat jalan Rumah Sakit X
    • Populasi Target: Seluruh pasien rawat jalan dengan kepesertaan BPJS di Rumah Sakit X
    • Maka, hasil penelitian ini tidak berlaku bagi pasien dengan jenis asuransi di luar BPJS

 

Jenis Sampel

 

So, Pakai Populasi atau Sampel nih

Ketika melakukan riset, peneliti tidak harus meriset seluruh objek yang dijadikan pengamatan. Hal ini disebabkan keterbatasan yang dimiliki periset seperti biaya, waktu dan tenaga (Kriyantono, 2006). 

Berikut pertimbangan lain mengapa suatu penelitian melakukan pengambilan sampel  (Syapitri et al., 2021).

  1. Populasi yang sangat besar (infinite population). Jika populasi sangat besar dan tidak terbatas, tidak mungkin seluruhnya diamati atau dikukur sebab membutuhkan waktu yang lama. 
  2. Tidak semua unit populasi homogen perlu diamati sebab akan membuang waktu karena variabel yang akan diteliti telah tewakili oleh sebagian populasi tersebut
  3. Sampel bisa menghemat biaya, waktu, ketelitian atau ketepatan pengkuran. Mengukur subjek dengan jumlah sedikit (sampel) tentu akan lebih teliti dibandingkan dengan mengukur subjek yang banyak (populasi).

 

Contoh Kasus

Sebagai contoh, peneliti ingin meriset tentang opini mahasiswa terhadap drama Korea di Universitas X yang memiliki 15 ribu mahasiswa. Maka, populasinya 15 ribu mahasiswa Universitas X. 

Karena tidak memungkinkan untuk meneliti 15 ribu orang, maka periset bisa meneliti sampel yang memenuhi kriteria mahasiswa yang pernah mengkonsumsi drama korea. 

Sebagai sampel, peneliti bisa meriset 100 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas X yang menonton drama Korea.

 

Rangkuman Perbedaan Populasi dan Sampel

Rangkuman perbedaan populasi dan sampel

 

References

Rachmat Kriyantono. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi (1st ed.). Kencana Prenadamedia Group.

Sugiono. (2002). Statistika untuk Penelitian. Alfabeta.

Syapitri, H., Amila, & Aritonang, J. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Ahlimedia Press.

This article is useful? Share on

Latest Article

Jenis-jenis Sampling dalam Penelitian

10 July2024
Ketika memilih jenis sampling, peneliti perlu menjamin teknik sampling yang digunakan bisa mewakili populasi. Ada… Read More

Memahami Studi Observasional

28 June2024
Definisi, Tipe, dan Cara Agar Data Berkualitas Ketika keadaan tidak memungkinkan peneliti untuk melakukan eksperimen… Read More

Populasi dan Sampel: Definisi, Jenis, Contoh, dan Perbedaan

14 June2024
Dalam riset, istilah populasi dan sampel sering digunakan sebagai penentu ‘seberapa banyak’ objek penelitian yang… Read More