Jadi Rebutan, Siapa Paslon Pilihan Gen Z?

Reading Time: 7 minutes

Gen Z, Millenial, dan Pulau Jawa jadi rebutan Pemilu 2024

Jejak karier para capres cawapres 2024 harus diakui no can can alias nggak kaleng-kaleng. 

Ada Gubernur DKI Jakarta, ketum partai dan wakil ketua DPR RI, Menteri Pertahanan dan ketum partai, Walikota Solo, Gubernur Jateng, dan Menteri Polhukam.  

Dengan rekam jejak tersebut, siapakah paslon pilihan Gen Z?  

 

Gen Z Suka sama Pemimpin yang…. 

Dari hasil penelitian ‘Antusiasme Gen Z terhadap Pemilu 2024’, Gen Z menginginkan calon pemimpin yang memiliki sifat jujur dan transparan (76,31%), bertanggungjawab (46,26%), dan adil (42,27%). 

“Menurut saya, banyak orang pintar di Indonesia. Tapi yang jujur jarang sekali. Kadang yang sudah disumpah jabatan saja masih bisa melakukan korupsi,” kata Christopher Steven (22). 

Beririsan dengan temuan tersebut, dari segi ekspektasi, Gen Z mengharapkan pemimpin yang:

Kriteria Pilpres Gen Z
Sumber: Antusiasme Gen Z terhadap Pemilu 2024

“Idealnya, pemimpin harus bisa menyeimbangkan kebutuhan masyarakat dengan visi-misi jangka panjang. Visioner boleh, tapi harus bergerak sesuai kapasitas dan sekaligus meningkatkan kapasitas yang dimiliki,” kata Daniel Franklin (22). 

Selain itu, Gen Z juga akan menganggap red flag calon pemimpin yang pernah melakukan korupsi.  

“Sebagai mahasiswa, menurut saya mantan koruptor bisa nyalon lagi itu tidak logis. Apakah nggak malu? Apakah tidak merasa bersalah sehingga ingin mencalonkan diri lagi?” kata Micahel (22). 

 

Yang jadi Rebutan Paslon: Zillenial dan Warga Pulau Jawa 

Profil Pemilih Pemilu 2024

Setidaknya, ada dua kelompok besar yang jadi rebutan para paslon: (1) Zillenial (Milenial-Gen Z) dan (2) penduduk pulau Jawa.  

Pertama, Zillenial. Kedua ‘generasi muda’ ini jadi rebutan karena jumlah suara yang mencapai  56,45%. Kalo didetailkan, akan ada 22,85% Gen Z dan 33,6% Milenial yang akan mengikuti Pemilu 2024. 

Berbicara soal Gen Z, ada dua hal spesial mengenai Gen Z. Pertama, beberapa Gen Z akan menggunakan hal pilihnya untuk pertama kali pada Pemilu 2024. Dari riset UMN Consulting,  ada 46,88% responden Gen Z Jabodetabek yang akan pertama kali mengikuti pemilu. 

Gen Z Pemilu 2019

Kedua, Gen Z adalah swing voters alias pemilih yang belum fix menentukan pilihannya.

Secara demografis, Generasi Z salah satu bagian dari pemilih muda dari Daftar Pemilih Tetap. Namun, secara politik mereka masih awam sehingga bisa diarahkan opini dan suaranya,” kata Wasisto Raharjo Jati, peneliti dari Pusat Penelitian Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia ke Tirto 

Gen Z dan Pilpres 2024

Selanjutnya, warga Pulau Jawa yang jumlahnya lebih dari setengah calon pemilih. Oleh karenanya, kampanye memenangkan hati warga Pulau Jawa gencar dilakukan. 

Dari surveinya Indikator Politik Indonesia: Anies unggul di wilayah DKI Jakarta; Prabowo unggul di Jawa Barat dan Banten; dan Ganjar unggul di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.  

Pemilu 2024

Melihat peta suara Pulau Jawa, menarik untuk dikaitkan dengan strategi pemilihan cawapres dalam memenangkan suatu daerah. 

Untuk Paslon 01, ada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin alias Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Analisanya, doi-lah strategi ‘menutupi kelemahan’ Anies Baswedan di Jawa Timur yang merupakan basis utama warga Nahdlatul Ulama (NU). 

FYI, anggota NU ada sekitar 150 juta jiwa.  NU juga merupakan Organisasi Islam terbesar di Indonesia.  

Sekilas soal Cak Imin, doi ini ‘orang dalamnya’ NU. Cak Imin adalah keponakan Gus Dur yang merupakan Presiden ke-4 RI dan salah satu pendiri PKB. Gus Dur sendiri adalah cicitnya salah satu pendiri NU yaitu K.H. Hasyim Asy’ari.  

Untuk Paslon 02, meski Gibran Rakabuming Raka bukan berasal dari kalangan NU, doi tetep bisa membantu Prabowo mengambil hati rakyat sebagai representasi anak muda, terutama generasi Milenial. 

Menurut Prof Kacung Marijan PhD, Guru Besar Politik FISIP Universitas Airlangga, Gibran dipilih sebagai ‘strategi jangka panjang’ dan cara menanggulangi perpecahan suara di Jawa Tengah.  

Why? Coz as we know, complicated relationship sedang terjadi antara PDIP-Ganjar Pranowo-Gibran Rakabuming Raka.   

“Pemilih di Jawa Tengah yang sebelumnya mayoritas pendukung PDIP, di Pemilu 2024 bisa jadi akan terpecah. Di antara mereka akan ikut Mas Gibran, yang berarti berpotensi menambah pemilih Pak Prabowo di Jawa Tengah,” kata Prof Kacung, dilansir dari UNAIR News. 

FYI, Gibran juga bisa dibilang orang dalam kalo dihubungkan ke NU. Pada Pilpres 2019, suara pemilih NU jadi penentu kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, kemenangan ini tak lepas dari sosok Ma’ruf Amin sebagai Rais ‘Aam NU alias sesepuh yang dimuliakan.  

Harapannya, Gibran dapat menarik suara pendukung Jokowi. Gibran yang sekarang masih menjadi Wali Kota Solo juga diharapkan bisa menjadi basis suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  

“Jangan lupa fakta bahwa hingga hari ini Jokowi itu masih dekat dengan elite-elite NU dan disukai warga NU. Ingat apa yang dikatakan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf, ‘NU tidak akan jauh dari Pak Jokowi’,” kata Bawono Kumoro, peneliti Indikator Politik Indonesia, kepada Katadata. 

Untuk Paslon 03, posisi Ganjar di Jawa Tengah dan Jawa Timur relatif ‘aman’. Namun, capres usungan PDIP ini tidak main-main dalam menentukan cawapres. 

Karena Prabowo memiliki elektabilitas unggul Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi lahan yang seru untuk diperebutkan. Karena Paslon 01 mengusung Cak Imin sebagai tokoh PKB dan erat dengan NU, 03 pun memilih Mahfud sebagai tokoh yang ‘sama kuatnya’. 

Long story short, ada jaringan Gusdurian yang menjadi penghalang Cak Imin dalam meraih hati sebagian PKB dan NU. Pasalnya, dulu Cak Imin dan keluarga mendiang Gus Dur pernah mengalami perseteruan di internal PKB pada 2005 sampai 2008.  

Mahfud sendiri lahir di keluarga NU. Diliat dari silsilah keluarga, mayoritas merupakan aktivis NU pada masanya. Selain NU, Mahfud pun menjalin relasi yang baik dengan Muhammadiyah 

”Tokoh seperti Mahfud MD dan Khofifah (mendukung 02) mengemuka untuk menghadang Muhaimin menguasai suara dari pemilih NU karena warga NU yang punya pengaruh kuat di NU,” kata Prof.Kacung ke Kompas.id 

 

Performa Paslon sejauh Ini.. 

Pilpres 2024

Disclaimer, agar tetap fun, bagian ini akan disertai meme ya…

Paslon 01 identik dengan ‘abah’ dan ‘selepet’. Anies cenderung tampil sebagai intelektual dengan kemampuan retorika nggak kaleng-kaleng. Selain itu, berkat Live TikTok, Anies jadi sosok Abah online alias father figure bagi kalangan Gen Z dan fans K-Pop. Bahkan, karena Anies, paslon lain juga ikut terjun ke TikTok.  

Pasangananya, Cak Imin, identik dengan image guyon. Meski sering dibilang blunder, Cak Imin berhasil menjadi perbincangan rakyat lewat pernyataan-pernyataannya. Doi improve a lot dalam debat cawapres terakhir dengan gaya debat khas Anies.  

meme debat pilpres

Untuk Paslon 02, terdapat shifting image ke Prabowo yang dulunya identik dengan ‘tegas’ dan ‘kaku’ menjadi gemoy. Sayangnya, agak luntur setelah mengeluarkan komentar-komentar ‘galak’ ke lawannya setelah debat capres.  

Untuk Gibran, awalnya doi diremehkan ketika bersanding dengan Cak Imin dan Mahfud yang lebih berpengalaman tanpa dihantui skandal ‘etika’. Namun, setelah debat kedua, Gibran keluar dengan title ‘let him cook’ karena kerap melontarkan pertanyaan sulit dan menyiapkan jawaban yang savage.  

meme debat pilpres

Untuk Paslon 03, Ganjar sangat identik dengan kemampuan storytelling alias berceritanya. Doi nggak cuma bercerita, tetapi juga menonjolkan sisi ‘wong cilik’ yang menciptakan citra positif sebagai pemimpin yang mewakili rakyat. Terlebih, doi dikenal sebagai pemimpin satset dalam menindaklanjuti keluhan rakyat. 

Untuk Mahfud MD, track record-nya dalam pemerintah jinjja daebak. Doi pernah menjabat sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi (yudikatif), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI (legislatif), dan sebagai menteri ataupun menteri koordinator (eksekutif). 

Selama debat, Mahfud tampil sebagai sosok yang melandasi jawabannya dengan hukum dan pengalamannya sebagai ‘Manusia Trias Politika’. Doi pun enggan menanggapi pertanyaan-pertanyaan receh bergimik yang dilontarkan lawan.  

meme debat pilpres

Dari performa debat sejauh ini, publik mulai memperhatikan adanya ‘kerja sama’ antara Paslon 01-03 against Paslon 02. Hal ini terlihat dari narasi Paslon 01 dengan ‘serangan etika’ dan narasi Paslon 03 dengan ‘kegagalan Food Estate.

Baik pro atau kontra, narasi-narasi ini datang dari para Paslon yang statusnya saat ini masih menjadi ‘pemerintah’ alias pelaksana kebijakan. Jika dirangkum, penyampaian sindiran lebih dominan dibandingkan visi-misi dari masing-masing Paslon.  

 

View this post on Instagram

 

A post shared by UMN Consulting (@umn_consulting)

 

FYI aja, Gen Z Nilai Kondisi Politik secara Negatif  

Sentimen Gen Z ke Politik
Sumber: Antusiasme Gen Z terhadap Pemilu 2024

Meski tiap Paslon telah tampil sebaik mungkin, ada usaha ekstra yang tetap perlu dilakukan untuk mendapatkan hati Gen Z. Pasalnya, Gen Z menilai situasi politik saat ini secara negatif. 

Mengutip riset UMN Consulting, hasil analisis sentimen dibagi menjadi tiga klasifikasi: sentimen positif, netral, dan negatif. 

Pada bagian ini, 802 Gen Z di Jabodetabek diminta untuk ‘menyebutkan satu kata yang menggambarkan situasi politik saat ini’.

Hasilnya, kata yang paling sering muncul adalah: kacau, rumit, dan berantakan. Ketiga kata tersebut masuk ke dalam sentimen negatif.  

Melihat sentimen negatif Gen Z, salah satu peneliti UMN Consulting, Albertus Magnus Prestianta, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan Gen Z. Terlebih, sebagai penduduk asli dunia digital, Gen Z ‘jago’ dalam melakukan riset menyeluruh.  

“Salah satu etika terpenting bagi Gen Z adalah kepercayaan. Saya menyarankan untuk membuat kampanye yang memiliki kontribusi nyata untuk perubahan progresif. Gen Z peduli dengan kesejahteraan orang lain dan lingkungan. Jujurlah dengan Gen Z. Jangan berbohong, Gen Z akan tahu.” 

Selain sentimen negatif  Gen Z terhadap politik, riset terkait juga membahas hal-hal yang membuat Gen Z golput dan pihak yang memengaruhi pilhan politik Gen Z. 

Selengkapnya bisa dipelajari di sini yaa….gratis lhoooo! 

Pesan dari Shah Rukh Khan 

This article is useful? Share on

Latest Article

Jenis-jenis Sampling dalam Penelitian

10 July2024
Ketika memilih jenis sampling, peneliti perlu menjamin teknik sampling yang digunakan bisa mewakili populasi. Ada… Read More

Memahami Studi Observasional

28 June2024
Definisi, Tipe, dan Cara Agar Data Berkualitas Ketika keadaan tidak memungkinkan peneliti untuk melakukan eksperimen… Read More

Populasi dan Sampel: Definisi, Jenis, Contoh, dan Perbedaan

14 June2024
Dalam riset, istilah populasi dan sampel sering digunakan sebagai penentu ‘seberapa banyak’ objek penelitian yang… Read More