Belajar Marketing dari Mbak Taylor

Reading Time: 4 minutes
The Eras Tour

It’s official, Taylor Swift dinobatkan Forbes sebagai Billionaire sejak Oktober 2023. Yang bikin unik, Mbak Taylor dapat status ini mainly dari musik. Doi ga perlu side hustle seperti beauty brands, fashion lines, or alcohol investments. 

From now on, kita akan analogikan fansnya Taylor aka Swifties sebagai konsumen. 

 

Apa yang Bikin Mbak Taylor Spesial? Brand Management!

The Eras Tour
instagram.com/taylorswift

Ada dua konsep penting di sini: Brand Management dan Brand Equity

Lewat Brand Management, Taylor bisa mengembangkan, mempertahankan, dan memperbagus reputasi dan citra doi di pasar. Tujuannya, doi bisa menghasilkan persepsi yang kuat dan positif di antara konsumen (swifties). Hasilnya? Fans loyalty.

Brand Management ini nggak jauh dari pentingnya menjadi authentic dan berinteraksi yang genuine dengan fans. 

Gak percaya?

The re-recording of her old albums called Taylor’s Version. Data dari Luminate menunjukkan, album 1989 (Taylor’s Version) berhasil terjual 1.3 juta kali pada minggu pertama. Jumlah ini mengalahkan penjualan pada 2014 yaitu 1.28 juta. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by UMN Consulting (@umn_consulting)

Padahal sebagian besar lagunya udah pernah didengar, kok bisa sesukses itu? Because it’s Taylor. Nobody’s like Taylor!

Kalo dibalik jadi POV Swifties, interaksi yang genuine dengan fans ini nggak main-main. Fan Service Taylor is on another different level. Kalo fans lain kudu bayar meet and greet biar bisa ketemu, Taylor justru mengundang fansnya GRATIS ke rumahnya. 

Satu contoh aja (soalnya banyak banget 😭), sebelum rilis Album 1989 (versi 2014), Taylor ngadain ‘Secret Session’ di mana doi mengundang fans ke rumahnya untuk sama-sama enjoying her songs. She even baked cookies for them.  (Cue, crying in Indonesian Swiftie).

 

Belajar dari Mbak Taylor: Hubungan Brand Management ke Brand Equity

The Eras Tour
instagram.com/taylorswift

Menurut BigCommerce, brand equity adalah ‘nama’ yang diberikan ke suatu merek. Caranya adalah dengan melihat persepsi konsumen secara keseluruhan ke merek tarkait. Persepsi ini dibentuk oleh pengalaman pelanggan (customer experience) yang ditawarkan oleh merek. 

Praktik brand management yang efektif akan mempengaruhi brand equity secara langsung. Dari waktu ke waktu, bisnis wajib menerapkan strategi seperti:

  1. Membangun dan memperbaiki reputasi
  2. Mengkomunikasi manfaat bisnis bagi konsumen (value proposition) dengan efektif
  3. Memberikan pengalaman yang konsisten ke konsumen
  4. Berinteraksi dengan konsumen dengan cara yang bermakna (make them feel special)

Jika dijadikan satu kalimat, Brand Equity Taylor adalah: musisi yang autentik, bisa dipahami secara emosional, dan berpengaruh secara global karena mampu membina hubungan yang mendalam dengan fans sehingga loyalitasnya tak tergoyahkan. 

Realistically, membangun brand equity seperti Taylor bagi bisnis lain bukan perkara gampang. Taylor adalah Taylor. Namun, ada beberapa hal yang bisa di ATM-kan (Amati-Tiru-Modifikasi).

Brand Equity ini penting karena menjadi indikator utama kekuatan dan kinerja bisnis. 

Intinya, brand equity harus positif ya! Kalo brand equity udah positif, bisnismu bisa mendapatkan hal-hal seperti: meningkatnya loyalitas pelanggan, pelanggan akan menilai bisnismu dengan higher perceived values (produk/jasamu dinilai lebih berkualitas dibandingkan kompetitor), dan memiliki reputasi yang bagus (reputasi bagus = pelanggan puas).

identifying brand equity

 

Faktor yang Mempengaruhi Brand Equity

  1. Quality of product/services: konsumen cenderung akan memiliki persepsi positif ke merekmu jika secara konsisten menyediakan produk/layanan berkualitas tinggi
  2. Marketing and branding efforts: upaya pemasaran dan branding yang konsisten dan efektif dapat membangun dan mempertahankan citra merek yang positif. 
  3. Customer experience: pengalaman konsumen yang positif bisa mendorong loyalitas pelanggan dan asosiasi merek yang positif. 
  4. Reputation and competition: konsumen cenderung memilih merek yang dianggap ‘terpercaya’ dan ‘bisa diandalkan’. Dalam reputasi, ada juga kompetisi karena konsumen memiliki pilihan lain. 
  5. Perubahan pada preferensi atau tren konsumen. Ini bisa mempengaruhi brand equity karena kemungkinan, konsumenmu bisa beralih ke merek lain. 

Masih bingung soal cara mengidentifikasi Brand Equity-mu? 

Atau udah punya strategi tapi bingung gimana cara ngukurnya? Email us as at marketing@mmdn.co.id and we’ll discuss more!

 

Se-keren apa Brand Equity Taylor?

The Eras Tour

Pada kasus ini, highlight betul bagian brand loyalty dan customer experience yaa. We said it once and we’ll say it again, Taylor nggak main-main soal her fan service.

Kuncinya ada dua: anticipation dan enganging with fans. Bisa dibilang, ini juga part of her usual marketing campaign…..

@cassiesbooktok Today is the day. #reputationtaylorsversion #taylorswift #swiftie #swifttok #taylorsversion #foryou ♬ ootw x lwymmd – wonderstruck

4 Februari lalu, Taylor bikin shock fans. Saat doi menang Grammy, Taylor juga mengumumkan album ke-11 nya berjudul ‘The Tortured Poets Department’.

So what? Gini wir, Taylor ini dikenal sebagai The Queen of Easter Eggs alias ‘hobi ngode’ ke Swifties soal her next moves. Nah, gokilnya, Taylor clowned Swifties so hard karena ‘kode-kode’ doi selama ini diartikan para fans kalo doi bakal nge-rilis ulang album Reputation (Taylor’s Version).

Menuju Grammy d-day, sosial media Taylor juga diubah jadi hitam-putih (seperti Reputation). Bahkan, web Taylor juga error. Now that we know, “hneriergrd” dipecahkan fans sebagai ‘red herring’ yang artinya distraction T,T. 

Di bawahnya, ada kode “DPT:321” yang dispekulasi fans sebagai album ke-11 Taylor: The Tortured Poets Department aka TTPD.

The Tortured Poets Department

Mendekati hari H di-rilisnya TTPD, fans kembali berteori bahwa Taylor merancang berbagai versi album TPPD sebagai ‘5 Stages of Grief”.

All in all, bisa kebayang Mbak Taylor ngomong 🎶🎵What if I told you none of it was accidental? 🎙️🎚️

This article is useful? Share on

Latest Article

All You Need to Know About Research

18 April2024
Riset memang bisa menjadi hal yang mengintimidasi. Telebih, jika Bizmates masih bingung tentang tipe riset,… Read More

Belajar Empathetic Marketing dari Iklan IKEA di Spotify

05 April2024
Spotify Indonesia sempet sering nyisipin iklan podcast horror di sela-sela musik. Karena cukup bikin merinding,… Read More

Efek Combo dari Iklan Pocong di Spotify, Kok Bisa?

22 March2024
“Pocong sing kok goleki iku aku. Pocong yang kamu cari itu aku.” Familiar sama kalimat… Read More