Apa Sih Bedanya Riset Kuantitatif dan Kualitatif?

Reading Time: 3 minutes
Perbedaan riset kualitatif dan kuantitatif

Nentuin metodologi yang tepat adalah hal krusial dalam riset. Dua metodologi yang lazim diterapin dalam riset adalah kuantitatif dan kualitatif.

Kalau ditanya, apa perbedaan keduanya? Kebanyakan bakal jawab, kuantitatif berhubungan sama angka, kalau kualitatif pakai tulisan.

Nggak salah sih, tapi ada penjelasan lebih lanjutnya. Sebelum masuk ke bahasan tersebut, kita bahas definisi tiap-tiap metodologi dulu, yuk!

Menurut Rachmad Kriyantono dalam buku Teknis Praktis Riset Komunikasi, riset kuantitatif menggambarkan atau menjelaskan sesuatu yang hasilnya dapat digeneralisir, maka aspek keluasan (kuantitas) lebih penting daripada kedalaman (kualitas) data.

Di sisi lain, riset kualitatif menjelaskan fenomena secara sedalam-dalamnya, maka aspek kedalaman lebih penting daripada keluasan data. Di sini, besarnya populasi nggak diutamakan, bahkan sangat terbatas.

Biar lebih paham lagi, kita perlu mem-breakdown karakteristik tiap-tiap metodologi riset.

 

Karakteristik Riset Kuantitatif

  1. Terdapat jarak antara peneliti dengan subjek, sehingga hasilnya benar-benar objektif.
  2. Riset bertujuan untuk menguji suatu hipotesis, yaitu antara mendukung atau menolaknya. Kalau hasil analisisnya nunjukkin penolakan terhadap suatu hipotesis, biasanya peneliti bakal mastiin dulu, apakah ada kesalahan pengambilan sampel atau ada definisi konsep yang kurang sesuai. Nggak langsung menolak gitu aja.
  3. Karena hasilnya harus bisa digeneralisasikan, jadi sampel yang diambil harus bisa mewakili seluruh populasi. Alat ukurnya juga harus reliabel.
  4. Riset bersifat empiris, artinya berangkat dari teori atau konsep yang melandasinya. Data adalah sarana konfirmasi atau yang membuktikan suatu teori.

Karakteristik Riset Kualitatif

  1. Peran peneliti adalah sebagai sarana analisis interpretasi data. Maka dari itu, harus terlibat di lapangan secara intensif. Ini bikin riset kualitatif lebih subjektif.
  2. Terdapat catatan dan bukti dokumenter yang hati-hati mengenai hal-hal yang terjadi di lapangan. Segala bentuk deskripsi detail, kutipan, dan komentar harus dilaporkan.
  3. Realitas dipandang sebagai produk konstruksi sosial dan berifat dinamis. Riset kualitatif menolak adanya realitas tunggal, jadi realitas perlu dipahami secara holistik dan nggak bisa dipilah-pilah.
  4. Prosedur risetnya adalah empiris-rasional dan nggak berstruktur. Data memunculkan atau membentuk teori baru.

 

Selain perbedaan karakteristik, riset kuantitatif dan kualitatif juga memiliki metode yang berbeda. Berikut metode masing-masing tipe riset buat ngasih gambaran lebih lanjut.

 

Metode-Metode Riset Kuantitatif

  • Metode Survei

Salah satu metode riset kuantitatif yang sering banget ditemuin adalah survei. Prosesnya melalui kuesioner sebagai instrumen utama, kemudian disebarkan kepada sejumlah responden yang mewakili populasi. Kualitas hasil risetnya sangat ditentukan oleh tepat atau nggaknya teknik sampling yang digunakan.

 

  • Metode Eksperimen

Metode ini bertujuan untuk menguji efektif atau tidaknya variabel eksperimen. Caranya dengan membagi responden ke dalam 2 kelompok. Kelompok pertama (kelompok eksperimental) dimanipulasi dengan pesan-pesan tertentu, sedangkan kelompok kedua (kelompok kontrol) tidak. Kemudian, peneliti menganalisa efek manipulasi terhadap kelompok satu, kemudian membandingkannya dengan kelompok dua.

 

  • Metode Deskriptif

Metode deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan fakta atau karakteristik populasi tertentu secara sistematis. Biasanya terdiri dan satu variabel dan fokusnya kepada perilaku yang sedang terjadi.

 

  • Metode Kausal Komparatif

Metode kausal komparatif diterapkan untuk mengevaluasi apakah ada kemungkinan hubungan sebab-akibat. Caranya dengan mengamati suatu akibat melalui faktor-faktor penyebabnya. Peneliti mengidentifikasi pengaruh variabel satu terhadap variabel lainnya, dilanjutkan mencari kemungkinan variabel penyebabnya.

 

Metode-Metode Riset Kualitatif

  • Metode  Focus Group Discussion (FGD)

Melalui metode FGD atau Kelompok Diskusi Terfokus, peneliti mengumpulkan individu yang dianggap mewakili populasi. Diskusi ini dipandu oleh seorang moderator yang megeksplorasi pendapat responden mengenai suatu topik. Pelaksanaan metode ini cenderung tidak memakan waktu lama, kecuali dalam proses perekrutan responden.

 

  • Metode Wawancara Mendalam (Depth Interviews)

Sesuai dengan namanya, metode ini mengharuskan peneliti untuk mewawancarai responden secara intensif mengenai suatu topik, bahkan bisa berkali-kali. Karena perlu menggali opini, motivasi, nilai-nilai, dan pengalaman responden, pelaksanaan metode ini memakan waktu yang lama.

 

  • Metode Observasi

Di sini, peneliti akan mengamati secara langsung objek yang diteliti. Metode ini terdiri dari 2 jenis, yaitu observasi partisipan, di mana peneliti ikut berpartisipasi dalam kelompok yang diteliti, dan observasi non-partisipan. Contoh observasi partisipan adalah adalah ketika peneliti menyamar sebagai ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) untuk meneliti kelompok tersebut.

 

  • Metode Studi Kasus

Metode ini membutuhkan sebanyak mungkin data dari berbagai sumber untuk menguraikan objek riset secara sistematis. Biasanya, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi, kuesioner, rekaman, dan lainnya. Metode ini memiliki karakteristik, yaitu:

  1. Partikularistik: Terfokus pada situasi, peristiwa, program atau fenomena tertentu.
  2. Deskriptif: Hasil dari metode ini berbentuk deskripsi dari topik yang diteliti.
  3. Heuristik: Metode ini membantu memahami objek riset melalui interpretasi baru, perspektif baru, dan makna baru.
  4. Induktif: Berangkat dari fakta-fakta di lapangan, kemudian menyimpulkan ke dalam konsep atau teori.

 

Baik riset kuantitatif maupun kualitatif punya tantangan tersendiri. Nggak ada yang lebih baik atau lebih mudah. Pada dasarnya, penelitian yang berkualitas adalah penelitian yang ilmiah, sistematis, logis, dan datanya aktual serta akurat.

Baca informasi dan tips seputar riset gratis lainnya di halaman blog UMN Consulting.

Referensi

Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Kencana Prenadamedia Group.

This article is useful? Share on

Latest Article

Populasi dan Sampel: Definisi, Jenis, Contoh, dan Perbedaan

14 June2024
Dalam riset, istilah populasi dan sampel sering digunakan sebagai penentu ‘seberapa banyak’ objek penelitian yang… Read More

Apa Sih Bedanya Riset Kuantitatif dan Kualitatif?

24 May2024
Nentuin metodologi yang tepat adalah hal krusial dalam riset. Dua metodologi yang lazim diterapin dalam… Read More

Wawancara dalam Riset: Jenis, Alasan, Tips, dan Kodingnya

10 May2024
Dalam riset, wawancara adalah salah satu contoh metode pengumpulan data.  Wawancara tidak mengutamakan besarnya populasi… Read More