All You Need to Know About Research

Reading Time: 3 minutes

Riset memang bisa menjadi hal yang mengintimidasi. Telebih, jika Bizmates masih bingung tentang tipe riset, jenis riset, hingga tujuan penelitian.

Mulai dari pengertian dasar, menurut Cambridge Dictionary, riset adalah studi mendetail tentang suatu subjek untuk menemukan informasi baru atau mencapai pemahaman baru.

Dalam mencapai pemahaman baru terkait, ada beberapa tipe riset yang seperti: 

 

Riset Berdasarkan Tujuan (According to its purpose) 

  • Theoretical research

Riset ini digunakan untuk memperluas pengetahuan tentang suatu fenomena. Fokusnya juga pada menghasilkan pengetahuan, terlepas dari penerapan praktisnya. Di sini, pengumpulan data digunakan untuk menghasilkan konsep-konsep umum baru terkait bidang tertentu atau untuk menjawab pertanyaan penelitian teoritis.

  • Applied research

Riset ini ditujukan untuk memecahkan masalah di dunia nyata dan membawa perubahan sosial. Riset jenis ini dibagi menjadi dua tipe: (1) technological applied research yang berupaya untuk meningkatkan efisiensi sektor produktif lewat perbaikan proses atau mesin terkait; dan (2) scientific applied research untuk memprediksi sesuatu seperti pola konsumsi atau market research. 

 

Riset Berdasarkan Kedalaman Cakupan Riset (According to depth of scope) 

  • Exploratory research

Digunakan untuk menyelidiki masalah yang belum didefinisikan dengan jelas. Biasanya dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan tentang permasalahan yang ada, tetapi exploratory research tidak memberikan jawaban yang pasti ke permasalahan tersebut. 

  • Descriptive research

Digunakan untuk menggambarkan secara akurat dan sistematis tentang populasi, situasi, atau fenomena. Riset ini fokus untuk menjawab pertanyaan apa, dimana, kapan, dan bagaimana. Namun, tidak dapat menjawab pertanyaan mengapa. Riset ini tepat untuk dipilih jika belum banyak yang diketahui tentang topik atau masalah penelitian. 

  • Explanatory research

Digunakan untuk mengeksplorasi mengapa sesuatu terjadi ketika informasi yang tersedia terbatas. Riset ini juga disebut sebagai model sebab akibat (cause and effect model). Riset ini dapat meningkatkan pemahaman bagaimana atau mengapa fenomena terjadi dan memprediksi kejadian di masa depan.

  • Correlational research

Digunakan untuk mengidentifikasi hubungan atara dua variabel atau lebih. Riset ini ditujukan untuk mengetahui apakah suatu variabel berubah dan seberapa besar perubahan elemen lain dari sistem yang diamati. Catatan penting, peneliti tidak mengendalikan atau memanipulasi salah satu variabel. 

 

Riset Berdasarkan Jenis Data yang Digunakan (According to type of data used) 

  • Qualitative research

Digunakan untuk memahami konsep, pemikiran, atau pengalaman. Penelitian ini diungkapkan dengan kata-kata dan cocok untuk mengumpulkan insights mendalam tentang topik yang belum dipahami dengan baik. 

Namun, penelitian kualitatif cenderung bersifat subjektif karena tidak semua datanya dapat dikontrol. Oleh karenanya, penelitian ini lebih cocok untuk meriset tentang fenomena ‘mengapa’ dibandingkan penyebab fenomena (bagaimana). 

  • Quantitative research

Digunakan untuk menguji atau mengkonfirmasi teori atau asumsi. Penelitian ini diungkapkan lewat angka dan grafik. Penelitian ini dapat digunakan untuk menetapkan fakta yang dapat digeneralisasikan tentang suatu topik.

 

Riset Berdasarkan Tingkat Manipulasi Variabel (According to the degree of manipulation of variables) 

  • Experimental research

Riset ini digunakan dengan cara mereplikasi fenomena yang variabelnya dimanipulasi secara terkontrol untuk mengidentifikasi atau menemukan pengaruhnya terhadap variabel atau objek independen lainnya. 

  • Non-experimental research/observational study

Digunakan untuk menganalisis fenomena dalam konteks alami (natural). Peneliti tidak melakukan intervensi secara langsung (membatasi keterlibatan) pada pengukuran variabel-variabel dalam studi. Karena sifatnya observasional, sering digunakan dalam descriptive research. 

  • Quasi-experimental research

Lewat tipe ini, peneliti hanya mengontrol beberapa variabel dari fenomena yang diselidiki. Oleh karenanya, focus group tidak dapat dipilih secara acak, tetapi dipilih dari kelompok atau populasi yang sudah ada. 

 

Riset Berdasarkan Jenis Kesimpulan (According to the type of inference) 

  • Deductive investigation

Fokus utamanya menguji teori yang sudah ada. Riset ini bergerak dari mengobservasi hal umum menjadi hal spesifik. 

  • Inductive research

Fokus utamanya adalah mengembangkan teori yang sudah ada. Riset ini bergerak dari mengobservasi hal spesifik ke hal umum. Jenis ini biasanya digunakan ketika literatur tentang suatu topik hanya sedikit atau bahkan tidak ada karena inductive research biasa dilakukan karena tidak ada teori yang perlu diuji. 

  • Hypothetical-deductive investigation

Dilakukan dengan mengamati kenyataan (observing reality) untuk membuat hipotesis, lalu menggunakan deduksi untuk memperoleh kesimpulan dan akhirnya, memverifikasi atau menolaknya berdasarkan pengalaman.

 

Riset Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya (According to the time in which it is carried out)

  • Longitudinal study

Dilakukan untuk memantau peristiwa, individu, atau kelompok yang sama selama periode waktu tertentu. Tujuannya adalah melacak perubahan sejumlah variabel dan melihat bagaimana perubahan itu berkembang seiring waktu. Riset ini sering digunakan dalam bidang medis, psikologis, dan sosial. 

  • Cross-sectional study

Dilakukan untuk mengamati fenomena, individu, atau sekelompok subjek penelitian pada waktu tertentu. 

 

Riset Berdasarkan Sumber Informasi (According to sources of information) 

  • Primary research

Penelitian ini mengandalkan pengumpulan data sceara langsung (primary source), bukan data yang sudah dikumpulkan oleh orang lain (secondary source).

Primary source (data primer) adalah informasi mentah (raw information) dan diambil secara langsung (first-hand evidence). Data harus dikumpulkan langsung dari sumbernya. 

  • Secondary research 

Penelitian ini menggunakan data yang telah dikumpulkan oleh orang lain (secondary source). 

Secondary data (data sekunder) adalah data yang dikumpulkan dari tangan ke dua (second hand information). Biasanya didapatkan dari komentar peneliti lain, artikel jurnal, review, dan buku akademis. 

*Notes: Sumber primer lebih kredibel sebagai bukti, namun penelitian yang baik menggunakan sumber primer dan sekunder.

 

Cara Menentukan Tipe Riset Mana yang Bizmates Butuhin: 

Few things to keep in mind:

  • Mau ngukur sesuatu atau ngetes hipotesis? Gunakan metode kuantitatif.
  • Mau menggali ide, pemikiran, dan makna? Gunakan metode kualitatif.
  • Menganalisis sejumlah besar data yang udah ada? Gunakan data sekunder.
  • Punya tujuan riset dan perlu data spesifik? Gunakan data primer.
  • Perlu membangun cause-and-effect relatiosnhips antar variabel-variabel? Gunakan riset eksperimental.
  • Ingin memahami ciri-ciri subjek penelitian? Gunakan metode deskriptif.
  • Masih bingung? Konsul aja ke  marketing@mmdn.co.id. Let us handle from the research plan to the research report based on your needs!

This article is useful? Share on

Latest Article

Wawancara dalam Riset: Jenis, Alasan, Tips, dan Kodingnya

10 May2024
Dalam riset, wawancara adalah salah satu contoh metode pengumpulan data.  Wawancara tidak mengutamakan besarnya populasi… Read More

All You Need to Know About Research

18 April2024
Riset memang bisa menjadi hal yang mengintimidasi. Telebih, jika Bizmates masih bingung tentang tipe riset,… Read More

Belajar Empathetic Marketing dari Iklan IKEA di Spotify

05 April2024
Spotify Indonesia sempet sering nyisipin iklan podcast horror di sela-sela musik. Karena cukup bikin merinding,… Read More